Merangkul & Merangkai Aksara



Oleh: Fyonie Cahyaning Putri


Ada beberapa orang yang tidak akan senang jika melihat kertas atau buku yang tidak terisi apapun. Pikiran mereka mengatakan kalau entitas pipih sewarna gula dan garam itu tidak boleh kosong.

Ya, tidak boleh. Pokoknya, kertas itu tidak boleh hampa.

Terdapat beribu perihal yang bisa digoreskan pada benda rapuh nan tipis itu. Bukan hal yang buruk, karena menulis membuat apa yang tidak mampu dikatakan oleh sang lisan menjadi  tersalurkan. Kegiatan yang sungguh menyenangkan untuk seseorang yang memiliki banyak hal di benak dan hatinya

Hal yang dituliskan bisa sebuah perasaan senang, terharu kecewa, atau sebagainya. Seperti contoh:

"Sembilu yang tipis nan tajam itu menggores hati seorang gadis bersurai hitam. Air matanya membeku, tak mampu lagi mengalir untuk membasahi pipi gembilnya. Tenggorokannya tidak mampu mengeluarkan suara apapun, seolah-olah ada sesuatu tak kasat mata yang menghalangi. Tangannya terkepal kuat sekali. Sepertinya, sebentar lagi telapak tangannya akan berdarah karena tekanan dari kuku cantiknya."

Ini adalah sebuah fakta. Nyatanya, ada beberapa orang yang tak mampu mengeluarkan kesedihannya, baik dengan air mata maupun dengan teriakan. Hati yang terlalu sesak dan akal sehat yang mulai menipis mungkin bisa menjadi alasannya.

Walaupun hanya sebatas menulis, setidaknya lebih baik disalurkan sedikit demi sedikit daripada tidak sama sekali. Setelah menuliskan sebuah kesedihan, boleh juga dilanjutkan dengan sebuah angan-angan fantasi.

Toh, tiap tulisan adalah hak dari setiap penulisnya, bukan?

Berangan-angan seandainya hidup di Istana Awan. Memiliki singgasana yang terbuat dari awan yang sewarna dan selembut kapas. Berteman bersama dengan burung-burung, sembari menikmati cuitannya.

Dan bila malam tiba, layaknya manusia di bumi jua, manusia yang tinggal di Istana Awan juga akan beristirahat. Dengan beralaskan randu putih nan empuk, sang ratu malam berwujud bundar yang menjadi lampu tidur, dan beratapkan lautan bintang-bintang yang sedang berpijar indah membuat malammu menjadi nyaman.

Pft, ingat, hanyalah imajinasi, kawan. Manusia memiliki imajinasi yang luar biasa hebatnya. Dan itu layak untuk ditulis. Perasaan apapun itu, sangat layak untuk dituliskan.

Oh ya, aku punya dua pembahasan menarik di sini hihihi.

1) Kalian pasti tau cinta, bukan? Atau lebih ringannya, sebut saja suka. Tak semua insan memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaan yang satu ini. Malu, takut, bimbang, dan persepsi negatif lainnya selalu dijadikan alasan. Dan aku memiliki sebaris kata-kata unik yang kukutip dari sebuah lagu.

"Jika tak bisa diungkapkan, cukuplah dituliskan saja."

2) Dalam waktu yang dekat ini, aku mengetahui satu fakta yang menarik. Ada seorang idola laki-laki asal Negeri Ginseng yang katanya sering menulis diari. Salah dua rekannya mengatakan jika sang idola itu tak pernah melewatkan satu hari pun untuk menulis.

Mengingat nama mereka yang kini semakin membumbung tinggi dan skedul yang pastinya kian padat, mungkin saja si idola tersebut melewatkan sehari dua hari. Tetapi, aku memiliki pemikiran yang menarik di sini.

Bahkan seseorang yang sibuk pun masih rela menyempatkan tiap malamnya untuk berkeluh kesah. Kini bukan masalah imajinasi, namun tentang asyiknya menulis jurnal untuk diri sendiri.

Bukankah itu mengagumkan sekali?

Selesai sudah pembahasan yang kumaksud. Sekarang, mari kita uraikan beberapa hal lainnya.

Kalian tahu? Tidak semua lingkungan mengizinkan seseorang untuk bebas mengungkapkan apa yang dirasakannya. Sedikit pilu memang, namun itu benar apa adanya.

"Ini yang terbaik untukmu." Beberapa orang yang sok akan mengatakan hal ini.

Sedihnya lagi, tidak semua orang berani untuk 'melawan'. Maka dari itu, mereka pun mencari caranya masing-masing untuk mengeluarkan sesuatu yang terasa sakit pada hati mereka itu.

Andaikan merasa lelah, maka tulislah. Tuliskan saja. Tidak ada yang melarangmu untuk melakukan hal itu. Teruskanlah tulisanmu, sampai ada hari dimana kamu akan mengatakan,

"Jangan atur melodi hidupku."

Dan jangan lupa juga untuk membangun kepercayaan diri kalian! Jangan sampai kalian berkata,

"Tulisanku jelek. Jangan disebar. Takut dikritik"

Jika terus bertahan dengan pemikiran seperti itu, maka kapan majunya?

Jika merasa bahwa tulisan sendiri masih memiliki kekurangan, kenapa tidak ada niatan ingin berubah?

Bukan, maksudku bukan berarti mengatakan bahwa tiap tulisan memiliki kekurangan. Namun, alangkah indahnya jika kita bersatu dengan orang-orang yang sama dengan kita, dan belajar bersama agar menjadi yang lebih baik lagi.

Pada akhirnya, menjadi pribadi yang lebih baik bisa diwujudkan melalui berbagai cara. Dan yang kusebutkan ini hanyalah salah satunya, kawan.

Alasan kita menulis, keberanian untuk bergabung bersama orang lain, dan belajar bersama. Kurasa, ini sebuah rantai kehidupan yang sangat unik.

Hanya saja, ada lho beberapa orang yang sebetulnya masih bimbang. Contohnya aku. Gundah akan alasan menulis, yang berlanjut pada,

"Apa mimpimu?"

Sederhana, namun sangat sulit untuk menjawabnya. Terlebih lagi, sebagai seorang penulis amatiran dengan berbagai imajinasi, aku sering menulis kisah bahagia. Kutulis dalam bentuk cerita, lalu membagikannya pada orang-orang. Membagikan kisah yang menyenangkan kepada mereka. Kendati pun itu sulit terjadi di dunia nyata.

Namun, siapa peduli?

Setiap orang memiliki caranya sendiri untuk menyenangkan orang lain. Dan ini adalah caraku. Kutuliskan angan mereka yang tak terwujud, tanpa melupakan realitanya.

Seketika aku tersadar. Aku yang suka menulis dan lingkungan yang menerimaku dengan baik. Aku yang menikmati semua itu.

Untunglah kegundahan ini tidak berlangsung lama ya, kawan. Kini aku sudah tahu apa mimpiku.

Dan sekarang, aku akan menceritakaan sebuah kisah.

Dahulu, ada seorang gadis yang terlahir pada salah satu hari di bulan Juli. Saat tahun demi tahun telah terlewati, kini gadis itu sudah duduk di bangku Sekolah Dasar. Ia tengah membuka sebuah novel. Tidak sekedar membuka sebenarnya, namun juga ia baca. Dan muncullah salah satu pemikiran pada benaknya.

"Hebatnya jadi penulis. Mereka bisa menyalurkan sebuah pemikiran, imajinasi, keluh-kesah, dan lain sebagainya."

Dan aku merasa yakin bahwa ada banyak orang yang juga merasakan seperti ini saat mereka sedang membaca. Maka dari itulah, sedikit demi sedikit banyak yang mulai belajar menulis. Menuangkan segalanya dalam media aksara.

Selagi kegiatan yang dilakukan tidak merugikan orang lain, toh tidak apa-apa kan?

Dan pada akhirnya, alasan menulis bagi tiap individu akan berbeda-beda. Tak perlu aku sebutkan apa saja alasannya, karena terlalu beragam jenisnya.

Cukup untuk diketahui saja, bahwa dengan menulis, maka hati akan dilingkupi rasa tenang dan bahagia yang kentara. Entah itu keluh-kesah, khayalan, dan lain-lain.

Mendapatkan relasi tambahan, ilmu tambahan, dan kegiatan yang bermanfaat juga bisa menjadi alasan sampingan lainnya. Karena, yah, sebenarnya, sejatinya alasan menulis bagi tiap orang akan berbeda.

Begitu pula dengan aku. Alasanku dengan alasan orang lain pasti berbeda, namun mungkin ada sekian persentase yang mana juga memiliki kesamaan.

Dan inilah alasanku ....



Fyonie Cahyaning Putri, seorang gadis kelahiran Juli yang suka  mengarang dan menggambar. Ia berpikir bahwa ada banyak cara di tiap-tiap personal untuk menuangkan segala emosinya. Untuknya, kata dan gambar adalah pilihan yang tepat. Menyenangkan saat kita bisa melapangkan dada kita dari segala emosi-emosi.

 

Ingin berkomunikasi lebih lanjut? Instagram?

@fyonietosqa77

Share:

39 comments :

  1. Keren Kak, semangat berkarya, mampir juga yuk ke artikel saya☺

    ReplyDelete
  2. Sukses selalu dan terus berkarya.

    ReplyDelete
  3. Aku suka banget sama kata² kamu, keren banget, semoga mimpi kamu tercapai, sukses selalu ya 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kamu juga sukses selalu yaa πŸ’•πŸ’•

      Delete
  4. "Jika tak bisa diungkapkan, cukuplah dituliskan saja" -------

    ReplyDelete
  5. Hai, Kak terus semangat, ya.
    Penyakitnya ini ni tulisan jelek jangan disebar. Takut dikritik. 🀭
    Padahal dari kritik kita bisa berproses.

    Yuk, mampir di karyaku.

    PERBINCANGAN AKSARA oleh Iis Muala Wati

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa, dr kritik bisa menjadi lebih baik lagi ✨✨

      Delete
  6. Penulisannha keren kak! Semangat dr 27Project!!

    ReplyDelete
  7. Keren keren iniπŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯

    ReplyDelete
  8. Hai kak, semoga kita selalu semangat untuk terus berkaryaπŸ’ͺπŸ”₯
    Jangan lupa mampir ke tulisanku yaa😍

    ReplyDelete
  9. Keren(༎ຶ ෴ ༎ຶ) semangat terus

    ReplyDelete
  10. Ini keren banget :'). Semangat terus menulisnya. Semoga impianmu tercapai. Dan terus berkarya karena karyamu sangat bagus dan harus dibaca sebanyak jutaan kali :'D. See you on top, temanku ❤❤❤

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga impian hyunk juga tercapai hehe mangats ✨✨πŸ’•πŸ’•

      Delete
  11. Aduh sangat berbakat ananda, semangat, semoga terwujud impian menjadi penulis yang sukses

    ReplyDelete
  12. Makin berkarya semakin mudah dikenang

    ReplyDelete
  13. Aduh sangat berbakat ananda, semangat, semoga terwujud impian menjadi penulis yang sukses

    ReplyDelete

Design Prokreatif | Instagram Ruang_Nulis