Menulis Karena-Nya dan 10 Alasan Menulis


Oleh : Pramita Sari

Menulis merangkai kata menjelma menjadi kalimat yang saling berkaitan, memberi makna yang tersirat. Menulis menjelma sebagai penawar rindu yang hangat. Menulis itu harus di niatkan. Niat berbagi manfaat untuk sesama, seperti bersedekah namun lewat tulisan. Niatkan saja dulu karenaNya. Allah yang akan gerakan tangan kita untuk membuat tulisan yang bermanfaat dan Allah yang akan gerakan hati para pembaca untuk membaca tulisan kita. Hai sahabat literasi, jangan bosan untuk membuat tulisan dalam kebaikan dan bermanfaat ya. Semoga kita selalu memotivasi dan saling menginspirasi. Berikut 10 alasan menulis :

1.      Aktualisasi diri

Kemajuan peradaban membuat banyak hal lebih mudah. Dengan mudah kita dapat mengakses informasi dan melihat jelajah dunia lain, salah satunya dengan menulis. Dengan aktualisasi diri, kita bisa menjalani kehidupan yang lebih bahagia dan memiliki energi positif untuk meraih impian. Fokuslah pada solusi, percaya diri dan terimalah segala sesuatunya lebih baik.

Menulis adalah caraku aktualisasi diri, memupuk rasa percaya diri, membebaskan imajinasi ku dan terus belajar. Jangan pernah berhenti bermimpi dan teruslah beraktualisasi pada dirimu!! 


2.      Bersinergi dalam komunitas dan saling support

Di antara banyak teman yang saya kenal di dalam komunitas menulis, ada beberapa teman yang selalu support untuk kegiatan menulis dengan berbagi event. Saling membaca tulisan, saling berkomentar dan like tulisan sampai saling memberi semangat. Bahkan kami bertemu dibuku untuk beberapa project menulis buku antalogi.

Di titik inilah, bergabung dalam komunitas menulis menjadi hal penting. Bergabung dengan komunitas juga membuat saya terbuka untuk terus menulis dan menambah wawasan untuk terus belajar menulis dengan genre yang berbeds. Tulisan-tulisan mereka, membuat saya termotivasi untuk melecut semangat menulis dan terus konsisten.


3.      Menulis cara ku menjawab pertanyaan

Tidak selamanya saat ada pertanyaan langsung ada jawabannya. Mungkin jika pertanyaan seputar keilmuan atau teori, bisa langsung menemukan jawabannya.

Pertanyaan tidak hanya muncul dari orang lain, namun bisa muncul dari diri sendiri. Seperti bertanya sendiri lalu menjawab sendiri dalam hati. Terlihat aneh, namun saat menulis pertanyaan kita dapat mencari jawaban atas pertanyaan tersebut, sambil menerka-nerka dalam hati.

Terkadang perlu untuk bertanya pada diri sendiri, seperti intropeksi pada diri sendiri, agar kita paham dan tahu apa yang harus diperbaiki dalam diri ini. Selamat bertanya pada diri sendiri!!


4.      Berbagi dan terus belajar lagi

Kadang terbesit dalam pikiran, apakah tulisan saya ini dibaca oleh orang lain? Apakah tulisan saya ini akan bermanfaat bagi mereka? Pikiran-pikiran seperti itu sempat bergelayutan dalam pikiran saat saya sedang menulis.

Akhirnya saya menepis semua itu, buat saya saat ini menulis saja semampunya. Berbagi tulisan lewat sosial media, blog dan buku antalogi. Bagus atau tidaknya tuliasan kita, biarkan saja para pembacanya yang menilai. Niatkan saja berbagi, sambil terus belajar di kelas-kelas menulis.


5.      Menghadirkan karya

Dalam perjalanan hidup, ada tujuan yang ingin dicapai. Untuk mencapai tujuan itu, tentu kita memilih langkah apa yang ingin dilakukan. Mau dengan berjalan lambat, cepat atau sangat cepat itu tergantung bagaimana kita merespon dan memprioritaskan tujuan tersebut.

Salah satu tujuan saya menghadirkan sebuah karya. Karya yang dapat dikenang kapanpun. Saya boleh saja tiada, namun karya saya akan diingat sepanjang masa. Menulis sebagai salah satu perantara saya untuk membuat sebuah karya buku. Semoga setelah buku antalogi, saya bisa membuat suatu karya buku solo. Semangat menghadirkan sebuah karya!!


6.      Menikmati kesempurnaan hidup dari-Nya

Menulis membuat diri ini menikmati kesempurnaan yang diberikan oleh sang maha kuasa. Dengan anggota tubuh yang dilahirkan lengkap dan diberi kemampuan untuk berpikir. Saya memaksimalkan kesempatan hidup yang diberikan olehNya.

Memberikan manfaat sebanyak-banyak lewat menulis. Menulis hal-hal posif yang memberikan energi baik untuk para pembacanya.


7.      Menikmati hobi

Menikmati hobi yang membuat diri ini menjadi tenang dan bahagia. Dengan hobi menulis sekarang, menyalurkan kegundahan, kegalauan, kepedihan dan kesenangan yang dituwangkan dalam menulis. Menulis adalah bentuk ekpresi si penulis. Memang tidak semua hal yang saya tulis adalah tentang saya, ada juga pelajaran yang saya dapat dari lingkungan sekitar. Nikmatilah hobi yang dilakukan, siapa tahu dengan hobi kita tersebut bisa mendatangkan keuntungan. Selamat menikmati hobi mu ya!!


8.      Mengungkapkan isi hati

Ada kalanya saat raga lemah dan tak ingin bercerita. Menulis adalah cara mengungkapkan isi hati ini. Menulis semua hal yang tak mampu tersampaikan. Dengan menulis, setidaknya ada beban atau luka hati yang tersalurkan lewat tulisan. Menulis juga seperti healing pada diri sendiri. Menulis adalah terapi dan obat luka hati yang paling baik untuk dirinya sendiri. 


9.      Mampu mengingat semua hal

Menulis tidak selalu tentang cerpen, puisi, senandika, sajak dan lainnya. Bisa saja menulis tentang hal lain yang kita sukai, karena dengan menulis membuat ku mampu mengingat semua hal, seperti :

·         Meeting dikantor, sangat perlu untuk menulis, terutama pada point-point penting saat meeting.

·         Deadline menulis atau event yang diikut sertakan

·         Mencatat keuangan, ini penting banget, agar alokasi gaji jelas digunakan untuk apa saja.

Dengan menulis, kegiatan penting lainnya, lebih terstruktur sehingga managemen waktunya lebih baik, karena harus berbagi kegiatan. Hari ini kamu sudah menulis apa?


10.  Menulis membuat ku bertumbuh

Sebenarnya aku bukan tipe orang yang gemar membaca dan menulis diary kala itu. Dengan berjalannya waktu, bertambahnya usia dan lingkungan literasi yang menginspirasi. Sedikit demi sedikit minat menulis itu datang. Cita-cita yang tak pernah dibayangkan sebelumnya. Namun sekarang menulis adalah candu, masuk kedalam cita-cita masa depan untuk bisa release buku solo.

Membaca dan menulis membuat ku bertumbuh, menambah wawasan, memperluas tali silahturahmi. Kalau aku tidak memulai menulis hari ini, lalu kapan akan menulis? Maka, mulailah menulis apapun itu, menciptakan rangkaian kata menjadi kalimat yang saling bersautan untuk saling menginsiparasi.


Serang, 7 Agustus 2020


Tentang penulis :

Pramita sari yang biasa dipanggil umma Mita, tinggal dikota Serang. Kesibukan sebagai karyawati swasta yang selalu larut dalam dunia literasi dan menulis. Jatuh cinta pada menulis, dan bercita-cita mendirikan pojok literasi untuk anak-anak dan masyarakat sekitar. Selalu antusia setiap event menulis. Mari kita saling silahturahmi dan berkenalan di ig umma_mita.

                                        

Share:

Post a Comment

Design Prokreatif | Instagram Ruang_Nulis