LAPIS-LAPIS SEBAB MENULIS

Oleh : Mita Oetta 



JENDELA
Pepatah mengatakan bahwa membaca itu jendela dunia. Itu juga yang diperintahkan pertama kali dalam Al-Quran (Al Alaq). Iqra, (bacalah). Disini kita tidak hanya membaca tulisan, melainkan membaca kebesaran Tuhan. Sebab, dengan membaca akan menambah wawasan kita. Apapun, entah dari hal kecil sekalipun. Misal di tempat umum ada sebuah tanda disertai tulisan 'dilarang parkir' yang artinya kita tidak boleh parkir ditempat itu. Suatu saat, kita menemukan lagi di lain tempat namun tanpa ada keterangan tulisan. Dari tanda itu kita sudah mengerti apa yang harus kita lakukan.
Aku yang terlahir selalu ingin tahu banyak hal, mulai senang membaca. Suatu ketika, aku menemukan bacaan yang menginspirasi. Betapa mengagumkannya orang yang belum pernah aku temui mampu membuatku ingin berkembang. Dari sanalah aku ingin menulis.

DUNIA
Kehidupan yang sedang kita jalani, dengan cerita berbeda. Banyak rasa yang tercipta disetiap momentnya. Bicara tentang cerita, setiap orang ingin membagikan kisah yang dialaminya. Agar hati sedikit merasa lega. Cara yang mereka tempuh juga banyak macamnya. Mulai dari cerita ke orang terdekat seperti keluarga atau teman dekat. Ada juga yang meluapkan isi hati dengan bercengkrama bersama alam. Tapi aku, memilih opsi lain. Menulis. Ya, aku lebih memilih menuliskan setiap alur di lembaran kertas yang kosong. Kebiasaan itu membuatku mau tidak mau memunculkan kata-kata baru dan merangkainya menjadi kalimat. Aku merasa lebih longgar karena sesakku berkurang. Dan begitulah, aku menikmatinya.

PRECIOUS MOMENT
Karena banyak cerita yang kita lewati, tentu ada peristiwa yang berharga. Entah hal yang menyenangkan, menyedihkan atau mengecewakan. Bersyukurnya lagi, hal yang membuat kita merasa terberkahi oleh Sang Pencipta. Tak ada salahnya menulis peristiwa berharga itu. Suatu saat, waktu dimana kita tak sengaja menemukannya kembali, menatap usang, meniup debu dan membukanya. Tanpa sadar, kita memutar kembali film-film pendek dengan mood yang berubah-ubah. Saat itu, akan terasa sensasi yang berbeda. Dimana dulu film itu dipenuhi rasa kecewa, namun setelah kita baca ulang dan mengingatnya, kemudian kita memetik hikmah serta menjadikannya pelajaran. Alhasil, semua peristiwa itu menjadi kenangan yang berharga.

RHAPSODIC

Cinta ? Bukan cinta sebenarnya, tapi lebih pada kagum. Ini salah satu alasan aku menulis. Ketika menginjak usia remaja, masa dimana ada perasaan mengagumi seseorang, rasanya ingin menceritakan apa saja yang berhubungan tentang dia.
Malu. Haha. Iya malu. Ada sebagian orang yang malu ketika menceritakan kisahnya. Menulis adalah cara yang tepat, jika tak mau mereka tau. Tentu saja bukan satu-satunya, karena masih ada Tuhan dan Dia-lah sebaik-baiknya pendengar curhat.
" So, don't rely on the world. Remember, God is the most reliable. " ( @mita_oetta )

Tuhan masih mau menutup rahasia kita. Namun terkadang, kita sendiri yang membukanya.




BER (KEMBANG)
Setiap insan yang berpikir, pasti ingin mengubah hidupnya. Dia tak mau stuck disitu saja. Kalau pun dia tak bisa diatas, minimal berguna untuk orang lain. Terutama orang yang ada disekitarnya.
Nah, seperti itulah keinginanku. Aku mencoba keluar dari zona malas. Banyak waktu yang terbuang percuma sebelumnya. Semakin kesini, aku mulai tersadar. Apa iya aku akan hidup seperti ini terus ? Hey, bangun ! Semua orang beramai-ramai mengubah hidup mereka. Lalu apa yang kau lakukan ? Aku mulai memperbaiki pola hidupku. Entah kenapa ? aku ingin menulis lagi. Aku harap waktu luangku lebih berkualitas dan tidak monoton. Semoga, Aamiin.

A PRODUCTIVE LIFE
Setelah ku pikir-pikir, banyak waktu luang yang ku habiskan hanya untuk bermalas-malasan. Apalagi di masa pandemi, seperti sekarang. Raga rasa ingin rebahan, namun jiwa bergejolak tak karuan.
" Aku tak bisa terus seperti ini ! " rontaku dalam hati. " Bukan ini hidup yang aku mau ".
Aku harus merubahnya, waktu yang terbuang sia-sia ini. Mencoba menuangkan ide-ide positif yang dapat memberi manfaat pada lingkungan sekitar serta diri sendiri. Berharap dapat membawa pengaruh menuju peradaban yang berkualitas. Dengan begitu, waktu akan menjadi berarti dan hidup akan lebih produktif.
Meski hanya melalui tulisan, semoga mengena dan berkesan.
Aamiin.

FROM HABITS TO HOBBY
Ketika kita telah memutuskan merubah pola hidup, otomatis kita akan sering melakukan kebiasaan-kebiasaan yang telah kita atur sedemikian rupa. Pada akhirnya, hal-hal positif tersebut menjadi sebuah hobi untuk kita.
Demikian juga dengan menulis. Kegiatan yang awalnya ku jadikan pengisi waktu luang agar lebih produktif, lama kelamaan menjadi sebuah hobi untukku.
Kebiasaan positif yang menjadi obat rohani, dikala jiwa berkecamuk. Menjadi memori kedua, saat otak penuh sesak.
Aku bersyukur, Tuhan telah memberi alternatif dari setiap permasalahan. Bahkan Dia telah berfirman dalam Al-Quran, surah Al Insyiraah : 5-6, bahwa bersama kesulitan ada kemudahan.
Semoga kita dapat memaknainya, Aamiin.

SETOPLES AIR
Dari sebuah hobi kita akan menemukan manfaat yang begitu banyak. Hobi bisa menjadi sebuah mata pencaharian, menambah relasi dan masih banyak lagi.
Menulis. Aku berharap, hobi yang satu ini dapat meneruskan keindahan karya para sastrawan yang telah dikenang. Karya hebat yang selalu terngiang dalam ingatan. Seorang sastrawan mengatakan bahwa menulis adalah bekerja untuk keabadian (Pramoedya Ananta Toer).
Cukup jadi setoples air untuk setangkai bunga yang telah terpetik.
Walau tak selamanya, namun mampu menyambung hidup walau sesaat.
Sebab Tuhan-lah  Maha Pemberi Hidup.
Semoga menulis menjadi ladang keberkahan kehidupan dunia akhirat, yang kebaikan-kebaikannya akan terbawa sampai syurga impian kita.

Aamiin.



HISTORY

Melihat banyaknya sastrawan yang meninggalkan karya-karya apik, membuat jiwa ini ingin mengikutinya. Bagaimana tidak ? Raga yang telah gugur saja masih meninggalkan ruh yang tersimpan dalam karyanya. Ruh yang mampu menarik ulur perasaan lewat bait-bait tulisan. Memang sungguh berkesan, karyanya mampu mengajak kita menelusuri cerita sang sastrawan. Menggali lebih dalam sejarah kehidupan, yang mungkin saja tak akan kita tahu jika tanpa guratan.
Sebab menulis, membuat mereka dikenang. Meski tulisan bisa saja hilang, namun masih menancap dalam ingatan.
Dari mereka, aku ingin pula meninggalkan kesan yang akan menjadi sejarah kehidupan melalui karya-karya yang ku persembahkan.
Impian yang semoga menjadi kenyataan.


WRITER
Untuk mewujudkannya, tentu aku harus jadi seorang penulis. Ini mungkin baru awal, namun keyakinan yang besar dapat menambah kekuatan untuk mewujudkannya.
Jadi penulis ? Mungkin ini salah satu alasan kenapa aku menulis. Untuk merealisasikannya, aku butuh banyak pengalaman dan jam terbang. Melalui kegiatan menulis, kita akan banyak mendapat ide-ide baru, kosakata semakin bertambah yang nantinya akan berguna dalam dunia kepenulisan. Dengan begitu, kepiawaian dalam menulis akan mampu menghasilkan karya-karya yang apik.
Walaupun, semua itu butuh waktu yang tidak sebentar. Bahkan, seorang sastrawan pun masih belajar untuk karya yang lebih baik.
Semoga kita bisa belajar dari mereka.
Jadi kesimpulan dari aku menulis yaitu :
1. Terinspirasi dari buku bacaan
2. Membagikan cerita hidup
3. Merekam kenangan berharga
4. Sarana curhat
5. Mengubah hidup (berkembang)
6. Memanfaatkan waktu luang (produktif)
7. Sebuah hobi
8. Meneruskan perjuangan para sastrawan
9. Menorehkan sejarah
10. Menjadi penulis
Nah, kira-kira seperti itu. Sebenarnya mengalir aja sih, tapi karena ada tema akhirnya aku cari-cari alasan menulis.
Semoga kalian suka ya dengan tulisanku. Terima kasih sudah menyempatkan melihat usahaku ini. Big hug for you, guys 🤗 .

Yogyakarta, 8 Agustus 2020. 


Tentang Penulis :
Pemilik akun instagram @mita_oetta yang berdomisili di Yogyakarta dan pernah mengalami masa kecil di Palembang.

Share:

22 comments :

  1. Waw super sekali dedek myta cantik...aq jadi penggemar mu...udah ad novel ato cerpen blm itu yg paling aq pengen baca 😂

    ReplyDelete
  2. Wauu bgus skli dedek mitaa...
    Jdi tmbh kgum dgan karya mu..
    Smoga kedpanya tmbh wauu lgi dan smngt untuk berkarya😊😊

    ReplyDelete
  3. Wauu bgus skli dedek mitaa...
    Jdi tmbh kgum dgan karya mu..
    Smoga kedpanya tmbh wauu lgi dan smngt untuk berkarya😊😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, ngakak parah
      Btw, terima kasih atas doanya kakak 😆

      Delete
  4. Nikmati hidup dengan karyamu.
    tenang istirahatlah sejenak.😆

    ReplyDelete
  5. baru tau aku kalau kau sehebat ini nak, dulu dulu kemana aja ??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwk , bisa aja kau pak .
      Aku tak kemana-mana, masih disini aja 😂

      Delete
  6. Waah mantap������. .. ... Ku nanti karya" selanjutnya...semangat mitta ������

    ReplyDelete
  7. Waah mantap������. .. ... Ku nanti karya" selanjutnya...semangat mitta ������

    ReplyDelete
  8. Waah mantap������. .. ... Ku nanti karya" selanjutnya...semangat mitta ������

    ReplyDelete
  9. Semangat untuk terus aktif dan berproduktif dalam dunia kepenulisan, ditunggu karya"nya selanjutnya dan sukses selalu kawan :)

    ReplyDelete
  10. Semangat untuk terus aktif dan berproduktif dalam dunia kepenulisan, ditunggu karya"nya selanjutnya dan sukses selalu kawan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin.
      Terima kasih , semoga kita sukses bersama kawan
      Love 😘

      Delete
  11. Maa syaa Allah 😍keren sekali kak, mari kita ber-kembang sama-sama didunia menulis😍semangaaattt✨

    ReplyDelete

Design Prokreatif | Instagram Ruang_Nulis