Bilik Aksara


Oleh: Vera Nurfarhiyatin


Gambar: Canva

 


Menulis adalah salah satu hobi favorit yang sering saya jumpai ketika membaca biodata seseorang. Mudah sekali kita temui tulisan beredar di media sosial, mulai dari motivasi, galau sampai tulisan dakwah. Ketika seseorang melakukan sesuatu, pasti ada alasan yang melatar belakanginya.  Beragam alasan menulis mereka kemukan, mulai dari alasan nurani sampai materi. Begitupun dengan saya, ada beberapa alasan mengapa saya menulis. Di antara alasan tersebut adalah sebagai berikut:


1. Mengajak Pada Kebaikan

Menulis adalah sesuatu yang tak asing lagi di telinga. Banyak sekali tulisan yang bermunculan di media sosial. Menulis adalah cara saya menyuarakan perasaan yang tak mampu diutarakan. Banyak sekali manfaat dari menulis, namun saya tak ingin merasakan manfaat itu sendirian. Saya ingin orang lain pun ikut merasakan kebaikan dari tulisan yang saya buat. Kita tidak pernah tahu, mungkin tulisan kita bisa mengantarkan seseorang pada hidayah Allah. Mungkin lewat tulisan, bisa membuat hati seseorang tergerak untuk melakukan kebaikan. Setidaknya ketika mulut saya tak mampu berkontribusi bagi dunia, masih ada tangan yang bisa diandalkan. Menulislah, seolah kamu menasehati diri sendiri.


2. Cinta

Dulu, saya tidak suka dengan yang namanya menulis. Jangankan menulis di media sosial, menulis pelajaran pun jarang saya lakukan. Di setiap buku pelajaran, pasti ada beberapa halaman yang kosong. Beruntungnya, saya tak pernah kena omelan guru, hanya saja terkena semprotan teman sebangku. Tetapi, semua itu berubah ketika saya mendapat tugas dari dosen. Setiap minggu saya harus menyetorkan tulisan. Mungkin benar, witing tresno jalaran suko kulino, cinta hadir karena terbiasa. Setiap hari bersinggungan dengan tulisan, membuat saya merasa nyaman dengan menulis. Satu hari saja tidak menulis, rasanya ada yang hilang dari bagian diri saya.  Seperti ada kesenangan tersendiri, ketika melihat jejeran huruf tersusun rapi.


3. Wujud Rasa Syukur

Manusia adalah makhluk yang diciptakan sempurna dibandingkan dengan makhluk lain. Manusia tidak hanya diberikan nafsu, tetapi juga diberikan akal untuk berfikir. Meskipun, ada beberapa manusia yang diberikan kekurangan atas kelengkapan anggota tubuh. Tetapi, Allah selalu menghadirkan kelebihan dibalik kekurangan.

Sebagai salah satu manusia yang diberikan kelengkapan anggota tubuh, tentunya saya tidak ingin apa yang Allah berikan dibiarkan sia-sia. Setiap anggota tubuh yang Allah ciptakan pasti bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Untuk itu, saya mewujudkan rasa syukur atas kelengkapan tubuh saya dengan cara menulis. Paling tidak, dengan menulis saya tidak hanya menjadikan anggota tubuh sebagai pajangan semata.


4. Menebarkan Energi Positif

Perihal hidup tidak akan selalu mulus seperti halnya jalan tol. Pasti akan ada masanya di mana seseorang menemukan titik terendah mereka. Merasa diri menjadi manusia paling tidak berguna dan tidak bisa diandalkan oleh manusia lain. Ketika kondisi seperti ini, seseorang membutuhkan penyemangat. Bukan hanya sekedar sosok penguat, tetapi juga butuh tulisan penyemangat. Ketika seseorang galau, dirundung kegagalan, rata-rata dari mereka akan mencari tulisan-tulisan penguat untuk bangkit. Sebab, sebuah tulisan apalagi dari seorang ternama selalu mempunyai energi positif yang dapat merubah mood seseorang. Oleh karena itu, menulislah. Tebarkan energi positif. Bisa saja, dari tulisan kita yang cuma beberapa huruf bisa merubah kehidupan seseorang secara drastis.


5. Prihatin

Sekarang ini, memang banyak sekali buku yang terbit. Namun, sayang semakin ke sini, semakin sedikit buku untuk anak-anak. Anak-anak terpaksa harus menelan tulisan yang belum cukup mereka ampu. Mereka dipaksa mengerti akan bacaan yang memang bukan untuk usianya. Akibatnya, anak akan kehilangan dunianya. Mereka akan dewasa sebelum usianya. Padahal untuk membangun sebuah bangsa yang maju itu dimulai dari anak-anaknya. Anak-anak adalah pondasi kemajuan suatu negara. Dari sinilah saya merasa tergerak, saya ingin mengembalikan kembali dunia anak. Dunia yang penuh dengan imajinasi dan juga kreativitas. Dunia yang mengenalkan mereka pada tokoh-tokoh yang sesuai dengan usianya.


6. Sarana menyampaikan kritik

Katanya mahasiswa lekat dengan lantang menyuarakan kritik. Katanya anak sosial tak mau diam dengan penindasan. Tetapi sayang, itu semua tidak ada dalam diri saya. Bukan berarti saya sebagai mahasiswa apatis. Hanya saja saya selalu gugup ketika berbicara. Tetapi, itu bukan alasan untuk berdiam diri. Masih ada alternatif lain untuk menyuarakan kritik selain berbicara. Salah satunya yaitu melalui menulis. Melalui tulisan kita bisa menyampaikan pesan dan kritikan. Saya amat senang membuat puisi dengan mengangkat tema permasalahan sosial. Di sana saya bebas menyuarakan kritik lewat sebuah puisi yang indah. Lewat puisi, kritik bisa tersampaikan lebih apik tanpa mengurangi maksud di dalamnya.


7. Menulis adalah mengabadikan momen

Setiap perjalanan yang telah kita lalui tentunya sangat sayang jika dilewatkan begitu saja. Ada banyak kenangan yang sayang jika dibiarkan hilir mudik tanpa bekas. Mungkin, bagi sebagian orang memotret adalah cara terbaik mengabadikan momen, namun tidak bagi saya. Bagi saya, menulis adalah cara mengabadikan momen versi terbaik. Bukankah kurang afdol rasanya, jika kita sekadar memotret tanpa membubuhkan tulisan di dalamnya? Bukankah kurang enak jika kita mengupload foto tanpa membubuhkan caption? Tulisan adalah pendamping dari sebuah foto yang berharga. Kenangan akan terasa lebih bermakna saat kita mampu menuangkannya lewat tulisan. Tulisan itu nantinya akan menjadi bukti sejarah yang nantinya bisa dinikmati anak, cucu.


8. Menulis adalah cara membangun kreativitas

Menulis tidak semudah yang dipikirkan namun juga tidak sesulit yang dibayangkan. Menulis sama halnya seperti memasak, mengolah bahan mentah menjadi sebuah masakan yang siap disantap. Dalam proses pengolahan, seorang penulis harus mampu menggabungkan antara pikiran dan juga khayalan. Mengekstrak ide-ide yang bertebaran di kepala lalu mengolahnya menjadi sebuah tulisan. Bahkan sebelum menulis, seorang penulis harus mencari dan menemukan ide yang pastinya jauh dari kata biasa. Tentunya, jika kebiasaan menulis sering dilakukan, lambat laun akan membangun kreativitas dalam diri seseorang. Tuntutan menemukan dan mengolah ide membuat seseorang akan terbiasa mengulik sesuatu menjadi hal yang luar biasa.


9. Menghilangkan Penat

Sebagai seorang mahasiswa tentunya kita sudah tak asing lagi dengan tumpukan tugas. Apalagi ketika seminggu sebelum ujian, pasti akan banyak tugas yang diberikan dosen. Belum lagi, jika tugas yang kita kerjakan harus mengalami revisian. Bisa-bisa harus menunda waktu tidur demi revisian. Maka, tak jarang jika mahasiswa sering dilanda penat karena dikejar tugas terus-terusan. Diburu-buru menyelesaikan pekerjaan yang banyak dalam waktu bersamaan. Tak heran mahasiswa sering menghabiskan waktu kumpul berjam-jam sebagai pelampiasan. Tetapi, bagi saya menulis adalah salah satu cara menghilangkan penat. Saya lebih senang mengungkapkan kekesalan lewat tulisan. Sebab tulisan adalah teman terbaik untuk mendengar curhatan.


10. Menulis berarti belajar bahasa Indonesia

Ketika kita ingin menulis, maka mau tak mau kita harus belajar bahasa Indonesia. Mulai dari aturan penulisan, tanda baca, sampai tulisan baku/non baku. Sering kali, kita menganggap remeh pelajaran bahasa Indonesia. Padahal dalam praktiknya kita selalu menemui kesalahan.  Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi kita sendiri yang seharusnya kita junjung tinggi pengunaannya. Ketika seseorang hendak menulis, entah itu cerpen, puisi, essay ataupun lainnya, kita akan dituntut untuk mempelajari bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Ketika kita menulis,  secara tidak langsung berarti kita telah belajar bahasa Indonesia. Ketika kita belajar bahasa Indonesia berarti sama saja kita telah ikut melestarikan bahasa nasional.

 

                                                                                           Kuningan, 08 Agustus 2020


 

 

 Tentang  Penulis

Vera Nurfarhiyatin adalah nama seorang gadis kelahiran tahun 2000-an ini. Ia merupakan seorang mahasiswi semester 3 di sebuah perguruan tinggi negeri di Kota Tangerang Selatan. Kecintaannya pada membaca, membuat ia tertarik akan bidang menulis. Sampai saat ini dia telah menjadi kontributor 6 buah antologi puisi dan cerpen.

 

Share:

20 comments :

  1. Menebarkan energi positif ✨ Keren, dengan tulisan kita bisa saling menguatkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener kak, mari tebarkan energi positif agar bumi ini indah dengan kedamaian. Terima kasih

      Delete
  2. Semangat trus mengasah bakat👍🏻👍🏻 smoga apa yg dicita-citakan tercapai ✊🏼😊

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Waah barakallahu, terus menulis🙌🏻🙌🏻🤗

    ReplyDelete
  5. Bagus kak. Teruskan menulisnya 😇

    ReplyDelete

Design Prokreatif | Instagram Ruang_Nulis