Menuangkan Pikiran dalam Tulisan


Oleh : Meri Khomsatun Nikmah

 

Hampir tidak bisa menjelaskan ketika ditanya kenapa kamu menulis? Karena menurut aku, alasan menulis itu ga cukup satu atau dua sebab. Ada banyak sekali yang bisa dijadikan sebab seseorang dalam menulis. Karena menulis itu sama dengan menuangkan isi pikiran. Jadi apa pun yang terpikirkan bisa menjadi sebab menulis. Berikut sepuluh alasan kenapa aku menulis :

 

1. Film

Alasan aku menulis berawal dari rasa kecewa sama film. Suka sedih kalau film yang aku tonton, endingnya ga sesuai harapan. Gara-gara itu aku masuk seni film pas SMK. Kayaknya dendam banget gitu, jadi pengin bikin film sendiri hehe. Waktu pembagian divisi, kebanyakan temen aku masuk editor. Awalnya juga tertarik pengin ke editor. Belajar gimana bikin potongan-potongan video bisa jadi film yang sinematik.

Tapi, tiba-tiba aku mikir. Kalau semua masuk editor, siapa yang nulis ceritanya? Haha, akhirnya aku milih banting setir ke naskah. Walau dulu belum ada bibit-bibit cinta literasi, tapi aku paksain buat belajar naskah.

 

2. Baca

Alasan yang kedua cukup mendasar menurutku. Karena semua orang pasti suka membaca. Baca chat doi, baca subtitle film, atau baca isi hatiku mungkin eyak. Dulu, awal masuk sekolah ada kewajiban literasi setiap pagi. Aku yang waktu itu sukanya cuma sama film nyinyir di belakang,

"Bu! Saya juga biasa literasi, Baca subtitle." Yang kaya gitu jangan ditiru, asli buruk banget kelakuanku.

Dari lama emang udah suka baca buku. Tapi semenjak ada 'tekanan' literasi di sekolah, jadi makin suka sama buku. Aromanya itu loh, bikin candu. Lewat cerita, aku nemu satu kutipan dalam dialog, "Orang yang membaca memiliki 50% kemampuan menulis".

Nah, dari situ aku mikir lagi. Kenapa ga coba aku nulis aja?

 

3. Aplikasi Jingga

Dari sini, aku yang tadinya cuma suka baca mulai tertarik nulis. Aku percaya setiap cerita layak untuk ditulis dan dibaca. Lewat aplikasi seribu umat ini aku belajar menorehkan huruf-huruf cerita. Meski kebanyakan masih draft, ga dipublish.

Tapi, di sinilah aku mengalami konflik batin. Cerita yang aku baca memiliki pembaca lebih dari angka seribu. Sudah jelas hal itu mempengaruhiku untuk mendapat yang serupa. Walau awalnya cuma berniat untuk menorehkan cerita, lama-lama aku juga makin ngejar readers.

Tapi buat dapet banyak readers ternyata jauh dari kata mudah. Cerita aku masih bolak-balik unpublish gara-gara insecure sama cerita orang lain. Sampai sekarang pun aku masih sedikit insecure meskipun banyak banget sana-sini yang ngasih nasihat buat ga insecure lagi sama tulisan aku sendiri.

 

4. Teman

Aku tidak berbicara tentang memiliki banyak teman. Karena bagiku, mencari mereka yang benar-benar 'teman' itu ga mudah. Tapi kalau sekadar mereka yang 'menemani' ya mungkin banyak. Wajib bagiku untuk bersyukur dipertemukan dengan mereka. Banyak sekali kepribadian yang berbeda mau tidak mau menemani langkahku.

Aku sering menyebut mereka sebagai inspirasi. Karena, jujur saja aku banyak membuat tokoh berdasarkan karakter mereka. Mereka memberiku ide. Tidak hanya ide tapi pengalaman yang mereka ceritakan menjadi pembelajaran yang bisa kubahas di tulisanku. Mereka dengan karakter yang tidak sama, dengan pengalaman cerita yang berbeda. Mereka adalah satu dari sekian banyak hal yang kutulis.

 

5. Halu

Pertama, mari kita perhalus sebutannya dengan kata 'imajinasi'. Sesuatu yang meletup-letup dalam otak. Merengsek dan memberontak ingin diungkapkan. Tidak terima hanya sekadar diingat. Mereka ingin ditulis. Dikenang jejaknya. Jejak mereka yang sempat singgah dalam kepala. Sebagai pengenang bahwa, "ah, aku pernah berpikiran seperti ini".

Bagiku, imajinasi itu seperti pelangi. Sebentar ada, sebentar tak ada. Juga seperti wahyu yang datangnya tak diduga. Maka dari itu, siapkan berlembar-lembar halaman buku untuk menuliskannya. Karena imajinasi itu tidak suka berlama-lama di kepala orang yang tetap diam tanpa mengenang mereka. Jadi buat kalian yang suka ngehalu, ga ada salahnya buat dijadiin cerita.

 

6.  Lagu

Menurutku, lagu adalah satu dari sekian banyak inspirasi terbaik untuk membuat cerita. Lagu membawa perasaan tersendiri bagi pendengarnya. Seorang penulis tidak mungkin menciptakan lagu dengan tanpa alasan dan pesan. Lagu tersusun oleh melodi dan harmoni, lalu dilengkapi dengan syair yang penuh arti membawa cerita tersendiri. Lagu juga menyimpan emosi.

Aku sering mendapat gambaran berupa skenario dari lagu yang kudengar. Setiap harmoni dan liriknya menuntun tinta hitam di atas kertas putih. Mereka menari-nari dalam kepala, memunculkan hal yang sebelumnya kusebut dengan imajinasi. Lalu imajinasi itu yang bergerak membuat alur ceritanya.

 

7.  Healing

Healing yang kumaksud di sini adalah alasan kenapa aku masih menulis sampai sekarang. Aku ini tipe orang yang sulit sekali untuk mengungkapkan. Sekadar untuk bilang aku capek, aku takut, aku ini itu, rasanya susah. Kayak yang ada di pikiranku itu "orang lain ga perlu tahu sama keadaan aku".

Tapi untuk bersikap seolah biasa aja di depan banyak orang itu susahnya minta ampun. Di depan tersenyum, di dalam teriris. Lebih kayak munafik gitu ga sih? Sudah bertahun-tahun aku ngerasain ini. Stres tapi ga bisa ngungkapin.

Sampai akhirnya aku mencoba nulisin semua kekhawatiran aku daripada cerita sama orang  lain. Dan ternyata, hal itu benar-benar membantu. Tapi aku ga mau nyaranin ini buat kalian. Karena tingkat stres orang berbeda. Ada yang ga bisa sembuh hanya dengan ditulis. Jalan terbaik ya cari tempat untuk bercerita.

Aku harap setelah kalian baca ini, kalian bisa ngungkapin stres itu. Jangan ikutan dipendam dalam tulisan. Ungkapkan stres itu, biar mereka mendengar.

 

8.  Masa

Waktu adalah sesuatu yang bergerak dan berlalu tanpa disadari banyak orang. Kebanyakan orang lupa dengan keberadaan waktu yang sebenarnya berharga. Tentang menghargai waktu, bisa dilakukan dengan cara mengenangnya.

Aku menulis untuk mengenang waktu. Waktu yang sudah berlalu dan pastinya tidak bisa diulang. Dulu aku menulis agar sekarang bisa bilang, "ah, dulu tulisanku kayak gini". Sama seperti saat ini, aku menulis agar suatu saat nanti aku bisa berkata demikian.

 

9. Memories

Aku bukan orang yang mudah melupakan sesuatu. Tapi, terkadang memori itu pergi begitu saja enggan untuk diingat. Tidak, bukan pergi. Aku lebih suka menyebutnya mengumpat. Memori itu bersembunyi di dalam laci hippocampus. Dan aku, bukan orang yang suka mengorek-ngorek laci.

Alasanku yang ini jelas, agar aku mengingat. Aku menuliskan hal yang terjadi, agar suatu saat nanti aku tidak perlu mengorek laci itu terlalu dalam. Paham maksudnya? Intinya, aku menulis untuk mengenang memori.

 

10.  Hobi

Yang ini sengaja tidak dijadikan alasan pertama. Karena pada awalnya aku sangat jauh dari hal membaca dan menulis. Awal menulis, aku merasa semuanya berat. Terutama dalam mengolah emosi dan mencari ide. Karena bagiku, menulis adalah tentang melampiaskan emosi dan menyalurkan ide.

Yang pertama berat, ternyata bisa semakin ringan jika terus digeluti. Aku mulai menikmati proses menulis. Banyak sekali perbedaan dari tulisan pertama, kedua, hingga tulisan terakhir. Mereka adalah histori, dalam setiap tulisan yang kubuat meninggalkan jejak. Hampir mirip kayak lagu "awalnya ku pura-pura, lama-lama ku jadi cinta". Gubrak!

 

Sebenernya masih banyak alasan selain sepuluh itu. Seperti yang aku tulis di awal, apapun bisa jadi penyebab setiap orang dalam menulis. Dan menurut aku, sepuluh yang ini cukup relevan buat aku sendiri.

 

(Cilacap, 8 Agustus 2020)

 

Tentang Penulis :

 

Meri Khomsatun Nikmah, gadis kelahiran Cilacap, 19 Juli 2002. Pecinta bintang ini awalnya tidak menyukai hal-hal yang berbau dengan huruf. Tapi nilai mapel bahasanya lebih tinggi dari mapel lain. Punya cita-cita di usia ke sembilan belas tahun bisa terbit buku pribadi. Hasil coretannya bisa dilihat di akun wattpad @nikmahkhomsa.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                                          

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Share:

5 comments :

  1. Semangat kak untuk tetap nulis☺

    ReplyDelete
  2. Semangat kakak, alasannya keren. Eh btw saya juga termasuk orang yang susah melupakan sesuatu, terlebih ketika sesuatu itu penting bagi saya hehe

    ReplyDelete

Design Prokreatif | Instagram Ruang_Nulis