MENELUSURI KESEDERHANAANKU MENULIS



Oleh: Putri Fita Kasmi

 

Sebagai Penyalur Beberapa Isi Pikiran yang Belum Tersampaikan
Merasa keseringan ketika ngomong itu ada aja orang yang engga denger karena aku kalau ngomong pelan.
Sampe kadang merasa, "Ya Allah ... dicuekkin"
Karena itu tadi, ngomongnya pelan.
Tapi pas makin ke sini, ketika berbicara pun sudah tidak terlalu pelan.
Kadang, tetap saja, akhirnya malah lebih memilih diam, memperhatikan keadaan sekitar.
Mau berbicara juga kadang jarang ada yang mau dengerin.
Tetapi pasti ada kok yang mau, masa engga ada dari sekian banyak penduduk bumi.
Maafkan diri ini ya kawan.
Terlalu nyaman dengan keheningan.
Hingga lupa, bahwa beberapa orang membutuhkan sebuah cerita.


Menulis karena Menyadari ketika Berbicara Masih Sulit Dipahami oleh Orang Lain
Aku yang berbicara kadang masih bingung dengan tata bahasa yang baik dan benar.

Beberapa orang lain terkadang belum mengerti maksud yang aku bicarakan.
Mereka lebih memahami ketika aku menulis.
Aku yang banyak menyimpan berbagai macam kata di dalam otak, tetapi masih sulit untuk diungkapkan.
Bahkan, terkadang aku hanya mengatakan, "iya".
Padahal aku kurang setuju dengan yang dikatakan.
Lebih sering aku berpikir bahwa, "Oh, itu pendapatnya, yasudah, masing-masing orang kan mempunyai pendapatnya sendiri".
Akan tetapi, aku juga terkadang ada saatnya menyanggah pendapat tersebut.
Tentu, berusaha dengan cara yang baik.


Disebabkan Sebuah Tulisan dapat Mengubah Diri Sendiri dan Orang Lain
Beberapa untaian kata, dapat saja mengubah seseorang menjadi lebih baik atau sebaliknya.
Pernah kan ya, kita merasa membutuhkan sebuah kata atau bahkan kalimat untuk dapat mengubah diri kita.
Contohnya saja kata, "semangat".

Satu kata yang mengandung banyak makna dan beberapa orang akhirnya termotivasi.
Satu kata saja akhirnya bisa juga mengubah pola pikir.
Bagaimana dengan banyak kata yang berakhir tersusun menjadi kalimat?
Bisa jadi, pola pikir kita akan semakin luas.
Terkadang juga, kata-kata tersebut membuat kita menjadi lebih ingat.
"Oh, dulu aku pernah nulis ini ya."
Akhirnya menjadi sebuah jejak.


Menyadari Banyak Waktu yang Ternyata Terbuang
Coba saja, kamu buat di selembar kertas, semisal, kita ambil contoh ya
04.00—04.30: ...
04.30—04.45: ...
dst
Itu terserah masing-masing, bangun jam berapa, akan tidur jam berapa, dan hal apa yang akan dilakukan setiap detik, menit, bahkan jam?
Dari situ, kita akan menyadari, terkadang bingung sendiri.
"Oiya, di jam segini, ngapain ya?"
Ternyata, banyak waktu kita terbuang untuk hal-hal yang sebenarnya kurang efektif.
Seperti misalnya, tanpa disadari setengah jam waktu kita hanya untuk scroll sosial media saja.
Manfaatnya mungkin ada, tetapi bisa jadi hanya sedikit.
Mari sama-sama memanfaatkan waktu yang ada.


Sebagai Nasihat untuk Diri Sendiri
Mengingat, pribadi ini yang masih pelupa.
Melihat kejadian, serta beberapa hal yang terjadi.
Menulis sebagai ladang untuk dapat mengingatkan diri sendiri.
Karena, orang lain belum tentu mengetahui atau bahkan memahami apa yang sedang kita rasakan.
Kecuali kita bercerita.
Maka dari itu, ketika aku menuliskan sesuatu.
Sejatinya, aku biasanya sedang mengingatkan diriku sendiri.
Ketika orang lain akhirnya ikut terbawa oleh nasihat tersebut.
Bersyukurlah.

Oiya:'))
Terima kasih orang-orang baik di luar sana.
Tetap mau menebarkan manfaat, di balik makna-makna yang tersimpan.
Tetap mau berbuat baik, dengan kesedihan yang ditutupi.
Nasihatmu, mengingatkanku juga, bahkan mungkin orang banyak.


Menjadi Lebih Menghargai Tulisan Orang Lain
Ketika kita menulis, terkadang cukup sulit untuk menemukan sebuah ide.
Masing-masing orang biasanya mempunyai caranya tersendiri dalam menemukan atau mengembangkan sebuah ide.
Mayoritas yang dilakukan itu biasanya adalah membaca, tapi aku sebenernya belum tau juga sih.
Menurutmu apa?
Kalau menurutku kan salah satunya adalah membaca.
Menelusuri kisah-kisah yang telah ditulis oleh orang lain.
Dikemas sebegitu menarik menurut versinya.
Ketika membacanya per kalimat, "oh, ini ya pesan yang disampaikan."
Sebuah kata atau kalimat-kalimat yang disampaikan itu cukup menarik.
Tulisan-tulisan yang disampaikan juga membuatku secara tidak langsung mengetahui beberapa persen karakteristiknya.


Mengisi Waktu Ketika di Rumah Aja
Tidak bisa dipungkiri, sebenarnya banyak hal yang bisa dilakukan.
Salah satu yang aku lakukan adalah menulis, kamu apa?
Di rumah aja memang mengasyikkan, tetapi akan membosankan ketika hal yang kita lakukan sama aja.
Kecuali, kita memberikan sebuah racikan-racikan di setiap kegiatan tersebut.

Entah apa itu, racikan yang menurutmu nyaman.
Bila menulis membuatmu nyaman, maka menulislah.
Bila masih terasa sulit, cobalah dimulai dengan hal-hal yang mudah.
Seperti misalnya menceritakan kegiatan yang telah terjadi hari ini.
Tidak apa jika hal itu kelihatannya biasa aja.
Karena justru sesuatu yang istimewa, di mulai dari hal yang sederhana.


Karena Ingin
Ketika aku menginginkan sesuatu, biasanya aku akan melakukan hal tersebut.
Meskipun mungkin belum sesempurna yang dibayangkan :'))
Tetapi, diharuskan untuk memfilter hal apa yang ingin dilakukan.
Tidak selalu, rasa ingin tersebut juga baik dan benar untuk diri sendiri.
Oiya, kalau kamu biasanya ketika menginginkan sesuatu hal apa yang akan dilakukan?
Apakah langsung melakukan hal tersebut atau hanya diam dan tersimpan baik di dalam pikiran?
Jika hal tersebut baik bagi perkembanganmu, maka lakukanlah, sebelum terlambat.

Hal yang ku tulis sebelumnya, juga sebagai pengingat untuk diriku sendiri.
Kepengen sesuatu tapi tanpa ada usaha, maka kemungkinan akan tak ada artinya.


Keluar dari Zona Nyaman
Di rumah aja berbulan-bulan sangat menggiurkan untuk rebahan aja atau hal-hal lain yang jarang banget kita lakuin sebelumnya.
Awalnya tidur mungkin cuma beberapa jam di rumah.
Ini bisa rebahan ampe beberapa kali semisal udah selesai dalam melakukan tugas di rumah, entah itu bersih-bersih dan lain sebagainya.
Tetapi, rebahan juga kadang engga selalu buruk kelihatannya.
Kalau kita bisa membuat sebuah karya menarik versi kita, itu dapat membuat diri kita lebih produktif dari sebelumnya.
Kenali minat dan bakat masing-masing.
Pelan-pelan.
Oiya, membuka sosial media untuk hal-hal yang positif.
Yang mungkin, dapat membangkitkan motivasi kita untuk tetap semangat.


Mengikuti Challenge dari Ruang Nulis
Sudah lama engga nulis serutin ini.
Paling nulis-nulis di note hp.
Kalau dulu nulisnya di buku diary atau binder.
Trus juga pernah di fb atau twitter.
Sampe suatu ketika baca "yang kita tulis InsyaaAllah bakal dipertanggungjawabkan".
Kemudian, mulai kaya takut salah nulis.

Akhirnya, apa-apa meluapkannya biasanya di note.
Tapi, karna ada challenge, jadi bisa sedikit bercerita ke sosmed lagi.
Meskipun, belum sehebat penulis-penulis di luar sana, ya jadikan aja itu sebagai motivasi.
Tapi bersyukur aja atas apa yang kita punya, semoga semangat.
Ya intinya, selagi itu baik dan bener, yaudah Bismillah

 

Depok, Agustus 2020

 

Tentang Penulis:

Penulis yang memiliki nama asli Putri Fita Kasmi, akrab dipanggil Putri, Fita atau Mbafit. Sosok gadis muslimah yang lahir di Jakarta, saat ini berusia 20 tahun. Mempunyai hobi membaca, menulis, dan menonton youtube. Seorang mahasiswi Pendidikan Kimia 2018 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Temukan saya di Instagram @fitakasmi. Mari berteman!

Share:

38 comments :

  1. Menulis, cara lain berkomunikasi.

    Mampir juga di tulisan saya:
    Berawal dari Hati

    Semangat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah terima kasih kak atas quotes yang telah diberikan.

      InsyaaAllah siyappp kakk, terima kasih sudah mampir.

      Kakak juga ya semoga semangat terusss

      Delete
  2. Maa Syaa Allah
    Tabarakallah
    Kak Fitaaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. MasyaAllah
      Jazakillah kheir adikkk shalihah sudah mau berkunjung :'))

      Delete
  3. Semangat kak Fitaa😍, jika berkenan mampir juga kak ke tulisan ku
    "Secarik Goresan Personaku"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallooo Amel πŸ˜„ Alhamdulillah aku sudah berkunjung sebelumnya :')) MasyaAllah nya karena tengah malem jadi lupa meninggalkan jejak, segera aku kembali InsyaaAllah untuk meninggalkan jejak ✍ semoga semangat terus Melll

      Delete
  4. Mantap,, semangat kak
    Kunjungi juga ya artikel Antara Aku, Kata, dan Rasa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah terima kasih ya kak sudah berkunjung πŸ™
      InsyaaAllah siyap kak :'))

      Delete
  5. MasyaAllah fit..
    Lanjutkan artikelnya biar semakin byk org yg termotivasi:))

    ReplyDelete
    Replies
    1. MasyaAllah ... Aamiin Allahumma Aamiin :'))
      Terima kasih ya sudah mampir ;'))

      Delete
  6. ini kenapa keren banget sih fitt:)
    MasyaAllah lanjutkan fit i'm proud of you

    ReplyDelete
    Replies
    1. MasyaAllah Alhamdulillah tapi masih jauh dari kata itu Dae, terima kasih banyak ya sudah mampir :'))

      Delete
  7. Masyaallah, semangat terus fitaa

    ReplyDelete
  8. "Dicuekin..." jd suka nulis. Sama

    http://artikel.ruangnulis.net/2020/08/menulis-sejarah-di-catatan-perjalananku.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. MasyaAllah hehehe iya gitu deh kak, btw terima kasih ya kak udah mampir, InsyaaAllah dijunjungi tulisannya :'))

      Delete
  9. Menulis adalah proses panjang. Ibarat sebuah tukang kayu, semakin lama diasah maka akan semakin mulus. Semangat kak fita. Mampir di tulisanku yuk. Bilik Aksara

    ReplyDelete
    Replies
    1. MasyaAllah kata-katanya :'))
      Terima kasih sudah mampir yaaa :'))
      Wah MasyaAllah Alhamdulillah sudah mampir, MasyaAllah banget kamu tuh :'))

      Delete
  10. Menulis adalah proses panjang. Ibarat sebuah tukang kayu, semakin lama diasah maka akan semakin mulus. Semangat kak fita. Mampir di tulisanku yuk. Bilik Aksara

    ReplyDelete
    Replies
    1. MasyaAllah kata-katanya :'))
      Terima kasih sudah mampir yaaa :'))
      Wah MasyaAllah Alhamdulillah sudah mampir, MasyaAllah banget kamu tuh :'))

      Delete
  11. Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
    2. MasyaAllah InsyaaAllah :'))
      Terima kasih sudah mampir πŸ™

      Delete
  12. Keren dek...
    Menarik dan Menggugah pikiran..

    ReplyDelete
    Replies
    1. MasyaAllah TabarakAllah kak
      Jazakallah kheir sudah mampir πŸ™

      Delete
  13. Replies
    1. MasyaAllah TabarakAllah
      Terima kasih sudah berkunjung πŸ™

      Delete
  14. Replies
    1. Wah masih jauh kak dari kata itu saya, tetapi terima kasih ya sudah kamu berkunjung πŸ™

      Delete
    2. *sudah mau berkunjung πŸ™

      Delete
  15. hai terus semangat yaaaπŸ’– terkadang memang ga semua hal bisa kita utarain lewat omongan, kadang malah ga didenger orang, dan akhirnya kita jadi batin dan kecewa sama respon orang itu. Well writing its a good thing to do, fighting, terus improving diri yaa

    ReplyDelete
  16. Masya Allah kakkπŸ’›❤️

    ReplyDelete
  17. MasyaAllah ka Keren banget, semangat terus yaaa ka nulisnya ..

    ReplyDelete

Design Prokreatif | Instagram Ruang_Nulis