Tebarkan Kebahagiaan dengan Menulis

Oleh : Nurlian

Menulis bagiku hal yang sangat susah. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa dari tulisanlah manusia mengenal sejarah peradaban, melalui tulisan manusia mewariskan ilmu pengetahuan, melalui tulisan manusia membangun keabadian. Ternyata menulis memiliki banyak sekali manfaat. Berikut adalah beberapa alasan kenapa akhirya aku mau menulis.

1.      Aku Mau Jadi Penulis

Actually, alasanku sederhana saja yaitu "aku mau jadi seorang penulis". Nah, sedangkan untuk menjadi seorang penulis maka harus mulai menulis. Dan tidak ada yang instan di dunia ini, kecuali mi instan. harus melalui proses yang panjang dan tidak gampang. Maka nikmatilah setiap proses tersebut. semoga kita bisa menggapai apa yang kita inginkan..

 

2.      Berbagi Kebahagiaan

Bagi seorang 'pembaca sejati', ketika menemukan bacaan yang pas maka disitulah tercipta 'Happiness'. Sebab membaca adalah waktu bersantai, merefresh otak sekaligus mengupdate pengetahuan bagi mereka. Itulah salahsatu tugas seorang penulis. Menciptakan dan membagikan kebahagiaan. Selain untuk dirinya juga untuk orang lain.

Rasulullah saw bersabda :

"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia" (HR. Ahmad, ath-Thabrani).

Menebar kebahagiaan adalah salah satu bentuk keinginan untuk menjadi bermanfaat bagi sesama. Karena sesungguhnya ketika kita berbuat baik kepada orang lain, manfaatnya akan kembali kepada kita.

 

3.      Cause I am introvert

Pendiam, suka ketenangan, penyendiri, imajinatif. dalam bersosialisasi, introvert sulit untuk mengungkapkan sesuatu. Bahkan ketika hendak meengutarakan argumennya kadang tidak tersampaikan dengan baik. Begitulah umumnya seorang Introvert. Cause I am introvert, maka 'menulis' adalah senjata yang paling tepat yang bisa kumanfaatkan dalam merangkai ide sehingga dapat dipahami orang lain

 

4.      Sarana Untuk Terus Belajar

Actually, Menulis itu menyenangkan. karena kita akan terdorong untuk membaca. Sebab untuk menghasilkan tulisan yang enak dibaca kita butuh output. Dan output biasanya diperoleh dari bacaan. secara otomatis juga kita dapat tambahan ilmu. Dan tanpa kita sadari pula bahwa menulis adalah awal kita mulai belajar.
Ya gak sih?

 

5.      Menulis itu sebagai ikhtiar mengikat ilmu

Pada dasarnya aku seorang pelupa. Dalam hal apapun. Misal, Aku sering kehilangan buku bacaan sebab tak mengingat siapa peminjamnya. Dan bodohnya aku tak mencatatnya terlebih dahulu. Tak jarang aku mengutuk diri sendiri ketika aku lupa akan sesuatu sebab aku tak mencatatnya.

Begitu juga ketika sedang 'bermajelis', kadang aku lupa poin-poin penting pembahasan. Maka dengan menulisnya, kubisa membaca kembali poin poin pentingnya. Sehingga tidak akan ter-lupa.

Ali Bin Abu Thalib RA pernah berucap

"ikatlah ilmu dengan menuliskannya"

Karena itu, bagi saya menulis adalah ikhtiar untuk mengikat ilmu selain membantu saya mengingat poin-poin penting dari informasi yg saya dapatkan.

 

6.      Sarana Meluapkan rasa

Siapa sangka ternyata menulis juga bisa jadi sarana meluapkan rasa, mengekspresikan diri. Entah sedang marah, sedih, bahagia, kecewa, de el el, curahkan saja dalam tulisan. In syaa allah bisa membuat perasaan menjadi lebih baik.

Banyak kok penulis-penulis terkenal awalnya mulai nulis di diary. Mencurahkan segala perasaannya di buku diary. Yang lama kelamaan dimodifikasi menjadi sebuah novel. Jangan sungkan untuk menulis hal remeh temeh keseharian. Sebab nanti akan menjadi sesuatu yang akan dikenang dimasa depan.

 

7.      Sarana Untuk Bisa Dikenal

Imam Al Ghazali berkata bahwa "Jika engkau bukan anak seorang raja, atau bukan anak seorang Ulama, maka jadilah penulis."

Anak seorang raja akan dikenal sebagai seorang yang dermawan karena hartanya. Sedangkan menjadi anak seorang ulama dia akan mewarisi ilmu orangtuanya. Lantas, jika aku bukan siapa-siapa, aku akan dikenal dengan apa?

Seperti kata imam Al Ghazali, maka aku mau jadi penulis. Sebab kelak aku mau dikenal dan dikenang dengan tulisanku.

 

8.      Otomatis menjadi orang berilmu

Menulis itu butuh referensi. Referensi itu di dapat dari hasil membaca, melihat, mengamati. Maka penulis itu otomatis menjadi orang yang berilmu.

 

Seseorang yang berilmu belum tentu seorang penulis, tetapi seorang penulis pastilah seseorang yang berilmu. (Rahman Wahid)

 

9.      Sebagai Pengingat

"Setiap detik dalam hidup adalah perjalanan, setiap perjalanan adalah pelajaran" (Novita Manurung).

 

Waktu terus berjalan. Tak ada kata berhenti. Sedetik pun. Setiap yang kita lalui sangatlah berharga. Kelak, di masa mendatang bisa jadi akan menjadi pelajaran berharga. Maka dengan menulis, sama dengan mengabadikan kisah yang telah terlewati.

Jika kebetulan dihadapkan dengan situasi dan kondisi yang mungkin sama, maka dengan adanya tulisan, akan menjadi pengingat sekaligus petunjuk untuk melangkah lebih baik dari sebelumnya.

 

10.  Lebih Dari Sekedar Keren

Penulis itu 'kece baday' menurutku. Namanya tertera di buku sebagai karyanya lengkap dengan biografi singkat. Keren kan?

Ketika menghasilkan sebuah karya yang amazing, maka seorang penulis tidak akan pernah mati. Namanya akan selalu terukir atas karyanya. Dan akan terus eksis sepanjang zaman.

 

"Jika kamu ingin mengenal dunia, membacalah. Jika kamu ingin dikenal dunia, menulislah." (Armin Martajasa)

 

Tapi, sungguh di sayangkan jika hanya untuk mendapat label keren semata tersebab menghasilkan karya. Bukankah menulis dan berkarya tak luput dari pertanggungjawaban di hari pengadilan kelak?

 


Nurlian, sangat kagum dipanggil dengan nama pena Terra Aziz. Lahir tanggal 1 September 1996 di desa Wakadia, Sulawesi Tenggara. Hobinya olahraga, menulis dan membaca. Saat ini menjadi mahasiswa di Universitas Halu Oleo, jurusan pendidikan bahasa Inggris. Si kantong tipis yang hobi traveling bisa ditemukan di akun instagram @terra_aziz1 dan nurlianlatief@gmail.com

Share:

20 comments :

  1. Betul sekali...semangat menjadi penari aksara 😁

    ReplyDelete
  2. Menulis, lebih dari sekadar keren. πŸ‘πŸ‘

    Mampir juga di tulisan saya:
    Berawal dari Hati

    Semangat.

    ReplyDelete
  3. MasyaaAllah..."Aku menulis because I'm introvert"..keren.
    Semangat berbagi manfaat lewat aksara..

    ReplyDelete
  4. Maa syaa Allah menulis juga menjadi sarana untuk mengingatkan diri dari hal yang mungkin kita lupa, terutama aku yang pelupa

    ReplyDelete
  5. Masya allah.. Jadi pengen nulis

    ReplyDelete
  6. Mantap
    Semoga bermanfaat karia tulisnya

    ReplyDelete

Design Prokreatif | Instagram Ruang_Nulis