Kisah Kasih Menulis

Oleh : Hanifah Fadila Rahma 


1. Membanggakan orang tua.
     Menulis adalah suatu seni, suatu kegiatan yang bisa menenangkan hati, atau sesuatu yang bisa mengisi waktu di kala hari-hari yang sangat tidak berarti. 
     Kadang dengan cara menulislah, kita bisa menimbulkan bibit kesuksesan. Kesuksesan itulah yang akan menimbulkan suatu kebahagiaan. Yang pastinya, jika seseorang sukses. Orang tuanya akan bangga. 
     Membuat orang tua bangga, itu sudah cukup membuat anaknya ikut bahagia. Karena anaknya ingin membuktikan, kerja keras orang tuanya yang sudah membiayai sekolah anaknya, merawat anaknya dari kecil hingga besar, semua itu tidak akan sia-sia. 
     Aku menulis, karena ingin membanggakan orang tua. 

2. Ingin menjadi manusia bermanfaat. 
     "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia" 
     ( HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni ) 
     Semua amal yang kita lakukan di dunia, semua akan hilang begitu saja ketika kita sudah meninggalkan dunia selamanya. 
     Kecuali amal Jariyah. Pahala amal jariah tidak akan terputus walaupun pemberinya sudah meninggal, selama ilmu yang diamalkan tersebut masih memberikan manfaat bagi manusia. 
     Hal ini sesuai sabda Rasulullah SAW, "Bila anak Adam meninggal dunia, terputuslah amalnya, kecuali tiga (hal): sedekah jariah, ilmu yang diambil manfaatnya, dan anak saleh yang mendoakan orang tuanya" 
     Tulisanku, amal Jariyahku. InsyaAllah. 

3. Obat Sakit Hati. 
     Kadang rasa sakit hati itu susah untuk diobati, berkali-kali melupakannya tetapi tetap saja tidak ada hasilnya. Berkali-kali meluapkannya, tetapi tetap saja tidak ada bedanya. 
     Dengan cara menulis, seseorang bisa menceritakan isi di dalam hatinya, menceritakan keluh kesahnya. Tulisan itulah yang bisa mengurangi rasa sakit hati, mengurangi rasa kesedihan, dan mengurangi rasa kecewa yang dialami. 
     Banyak penyair hebat yang menghasilkan karya luar biasa ketika mereka sedang sakit hati. 
     Bermula dari kesedihan, berakhir menjadi kebahagiaan. 
     Aku menulis, karena untuk mengobati sakit hati. 

4. Meraih cita 
     Impian itu dikejar, bukan Cuma berharap tanpa ada usaha yang dihasilkan. 
     Kadang aku beranggapan bahwa semua yang aku inginkan itu mustahil, tidak akan terjadi. 
     Bisa enggak ya jadi penulis? 
     Bisa enggak ya nerbitin buku? 
     Bisa enggak ya tulisanku bermanfaat? 
     Itu impianku dulu, dan kini semuanya sudah kuraih dengan sebuah 'usaha dan doa'. 
     Kata mustahil itu yang malah menjadi penghalang untuk meraih cita. 
     Sekarang, kata mustahil itu tidak ada. 
     Kini kata itu telah diganti dengan kata pasti bisa. 

5. Meraih cinta. 
     Menulis bisa menimbulkan sebuah cinta. Cinta kepada dunia literasi, cinta kepada cita-cita, dan cinta kepada hasil tulisan kita. 
     Ketika kita belum memulai menulis, rasanya sudah ragu duluan. Ragu kalau tulisannya tidak bermanfaat, ragu kalau tulisannya akan dihujat. 
     Sebenarnya ketika kita mencoba untuk menulis, pasti rasa cinta itu akan timbul dengan sendirinya. 
     Karena cinta itu timbul karena rasa terbiasa dan suka. 
     Aku suka menulis, dan timbulah rasa cinta. 

6. Pengingat diri. 
     Tulisanku teman baikku. 
     Tulisanku sendiri yang menjadikan diriku menjadi lebih baik. Tulisanku sendiri yang menjadi pengingat agar diriku cepat bangkit dari keterpurukan. 
     Tulisanku pengingatku sekaligus penyemangatku. 
     Dengan sebuah tulisan sederhana penuh makna, bisa mengubah sikap, rasa, dan segalanya. 
     Aku menulis, bukan hanya ingin tulisanku bermanfaat bagi orang lain melainkan untuk diriku sendiri. 
     "Sikap masa depanmu, ada ditanganmu sendiri." 
     Ketika diriku lalai dan ingin menyerah mengakhiri semua, tulisanku cukup untuk memperbaiki semuanya, senggaknya tulisanku sendiri yang bisa menghilangkan kesedihan yang dialami. 

7. Penghilang kebosanan. 
     Hari-hari sangat membosankan dan menulis adalah jalan keluarnya. 
     Sepi, sunyi, merasa sendiri, dan bingung apa yang harus dilakukan untuk menjalani hari dengan senang hati. 
     Kadang untuk menghilangkan kebosanan, kita akan melakukan hal yang tidak berguna, atau bahkan bisa merugikan diri sendiri. 
     Menulis sangat bermanfaat, dan bisa menghilangkan rasa bosan. 
     Menulis juga sangat menyenangkan, terlebih jika hasil tulisan itu bisa bermanfaat bagi banyak orang. 
     Menghasilkan karya, bermanfaat bagi orang lain dan meningkatkan kreativitas. Sangat menyenangkan bukan? 
     Aku menulis, karena ingin mengganti kebosanan menjadi kesenangan. 

8. Merekam kejadian. 
     Semua kejadian yang sudah dialami, semua ada cara untuk mengabadikannya. 
     Mengabadikannya dengan cara menulis. 
     Menulis kejadian yang dialami, dari suka maupun duka. 
     Tujuannya agar kejadian itu bisa abadi selamanya. 
     Ingatan bisa lupa, tapi tulisan yang sudah kita tulis, akan kekal selama-lamanya. 

9. Mencoba Hal baru. 
     Menulis adalah kegiatan yang sebagian orang menyukainya dan sebagian tidak menyukainya. 
     Alasan mengapa orang suka dan tidak suka menulis bermacam-macam. 
     Tapi ketahuilah, menulis bisa menimbulkan manfaat dan hal baru yang sebelumnya belum kita dapatkan dan rasakan. 
     Hal baru bisa didapat dari apa saja dan dengan siapa saja. 
     Jangan ragu untuk mencoba hal baru, karena mencoba itu sangat menyenangkan daripada hanya berkata ingin memulai tapi tidak kunjung untuk memulainya. 
     Menulis, adalah perantaraku untuk bisa mencoba hal baru. 

10. Gugup saat berbicara. 
     keadaan gugup saat berbicara membuat sebagian orang merasa kurang nyaman dengan dirinya, resah dan takut. 
     Takut jika saat diajak bicara dengan orang lain, tapi tidak bisa menjawabnya, bisanya hanya menjawab dengan seadanya dan terbata-bata. 
     Saat diberi pertanyaan, entah mengapa pertanyaan itu tidak langsung masuk ke dalam otak. 
     Harus menunggu beberapa waktu agar mengerti apa yang sedang ditanyakan dan kata-kata apa yang harus dilontarkan untuk menjawab. 
     Mungkin hal itu bisa juga disebut dengan telmi. 
     Iya, aku menulis karena telmi dan gugup. 


Bekasi, 7 Agustus 2020. 


Tentang penulis :
     Hanifah Fadila Rahma, Seorang wanita yang lahir di Brebes 5 Desember tahun 2000an. Hobinya adalah berbicara di depan umum dan menulis. Mempunyai prinsip "teruslah mencoba, berdoa dan berusaha, karena semuanya tidak akan sia-sia."
Share:

34 comments :

  1. Kerennn masyaAllah 😍 point ke 5 keren ❤

    ReplyDelete
  2. Keren banget ini. Semangat kak nulisnya 😅

    ReplyDelete
    Replies
    1. Whwhhww makasii kak 😍 tetap semangatt dong 💪🏻

      Delete
  3. Replies
    1. Semangattt 45 💪🏻 semangat juga kak Hilyatul

      Delete
  4. Hai, Kak. terus semangat, ya.
    Bukan telmi, ko. Cuma grogi aja 😁

    Yuk, mampir di karyaku.

    PERBINCANGAN AKSARA oleh Iis Muala Wati

    ReplyDelete
  5. Saya suka prinsipnya :" semangat, tak ada yang sia-sia

    ReplyDelete
  6. Mantap..semangat terus yaa

    ReplyDelete
  7. Replies
    1. Terima kasih kak, pasti tulisannya jauh lebih keren ni kalo yang ngomong kayak gini 🤣❤

      Delete
  8. Maa syaa Allah keren sekali🥰 semangat terus untuk kitaa✨

    ReplyDelete

Design Prokreatif | Instagram Ruang_Nulis